Suatu malam di saat saya sedang menunggu adik saya yang sedang terbaring di RS, tiba-tiba saya ingin merokok dan minum kopi. Turun lah saya dan pergi ke suatu tempat dimana terlihat ada sebuah kios kaki lima yang berjualan kopi, rokok, dll. Tak lama memesanlah saya secangkir kopi hangat, disaat minum kopi berlangsung, saya menanyakan dan mengobrol dengan si pedagang tersebut.

Saya memanggil Orang yang jualan tersebut dengan sebutan “Akang” yang dalam bahasa indonesianya adalah abang dan si pedagang tersebut memangil saya “AA” dalam bahasa indonesia adalah kakak atau orang yang dituakan. Saya megawali pertanyaan dengan menanyakan milik siapa kios ini kang?? akang tersebut menjawab punya orang A. Lalu saya menanyakan Akang asli mana? dia menjawab saya asli Kuningan A. dengan berjannya waktu saya terus menanyakan bagaimana si akang tersebut bisa sampai di sini Kota Kelahiran saya PURWAKARTA.

Akhirnya saya mengetahui asal mula dia sampai di PURWAKARTA, ternyata si akang mempunyai teman sekampung yang berpropesi sama engan dirinya. Namun sebelum si akang tersebut singgah di PURWAKARTA si akang sudah lama merantau ke daerah-daerah lain, seperti jakarta, bogor, cikarang, bekasi, karawang, dll. Di setiap daerah rantauan si akang, si akang tidak jaga di satu kios saja, si akang jaga kios kaki lima di beberapa tempat dalam satu daerah.

Saat perbincangan berlangsung, dalam perbincangan tersebut si akang menyebutkan, bahwa dengan merantau dirinya ignin merubah nasib. Bahkan dengan merantau dia selalu memiliki kegiatan yang berhubungan denga kios kaki lima. Nah si akang tersebut berfikir dan berkeinginan memiliki sebuah kios dengan milik dan modal sendiri.

Dengan si akang memiliki keinginan tersebut saya kaget, saya tak menyangka sama keinginan tersebut. Saya sangat menghargai dan setuju dengan  keinginan nya si akang tersebut. Saya yakin Keinginan tersebut datang dari hati yang tulus. Karena selama si akang tersebut menjaga kios kaki lima milik orang lain, si akang mandapatkan banyak pengalaman yang benar-benar bermanfaat buat si akang sendiri. Pahit, manis, Senang, Susah sudah si akang alami dalam berjualan kios kaki lima tersebut. Jadi si akang sudah tau celah bagaimana usaha kios kami lima tersebut.

Pengrobanan dia kepada kios kaki lima sangat perih, dia bercerita di saat hari raya idul fitri si akang kehilangan suasana hari raya bersama keluarga, dengan alasan pekerjaan tersebut. Dia rela jauh dan merindukan sanak s0dara dan keluarga hanya untuk merubah nasib dengan mengawali berjualan di kios kaki lima.

“Saya sangat senang berbincang dengan kamu kang, saya banyak emndapatkan pengalam yang akang rasakan. Ilmu dan pengalaman akang pasti berguna untuk saya kang”