Satelit mini atau nano satelit buatan mahasiswa Indonesia akan diluncurkan pada tahun 2012. Ini karena pembahasan antarmahasiswa UGM, ITB, ITS, UI, dan PENS ITS serta mahasiswa Indonesia di luar negeri sudah dimulai. Demikian ANTARA, Senin (19/10).

Hal itu dikatakan Dedy H.B. Wicaksono, peneliti asal Indonesia di TU Delft Belanda di sela-sela Lokakarya INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform Initiative for Research & Education) di PENS ITS, Surabaya. Teknologi satelit sangat dibutuhkan Indonesia untuk berbagai bidang, seperti, peta hutan, perikanan, bencana alam, kepulauan, kriminalitas laut, dan sebagainya.

Teknologi nano dipilih lantaran teknolog ini lebih murah. Jika dibandingkan dengan teknologi satelit besar yang memakan biaya ratusan miliar bahkan triliunan rupiah, teknologi nano hanya menghabiskan biaya sekitar 5 miliar rupiah. Karena itu, kata penggagas INSPIRE itu, para dosen dapat mendorong mahasiswa telekomunikasi yang selama ini merumuskan tugas akhir tentang alat-alat telekomunikasi seperti telepon seluler, kini dapat beralih ke bidang satelit.

Senada dengan itu, Sekretaris Menkominfo, Dr Eng. Son Kuswadi, menyatakan dana pembuatan nano-satelit hanya Rp5 miliar dan bila dimulai dengan pertemuan, penelitian, hingga akhirnya peluncuran nano-satelit, maka akan dibutuhkan dana sekitar 10 miliar rupiah. “Tahun 2012 akan kita lakukan peluncuran, apakah peluncuran akan memanfaatkan lembaga sejenis LAPAN di Indonesia yang sudah memiliki lokasi peluncuran roket atau mungkin LAPAN juga sudah siap pada tahun itu,” katanya.(YUS)